Pengertian Bandara Menurut Sejarah, Fungsi, Jenis & Klasifikasinya

Pengertian Bandara

Yogyakarta International Airport (YIA)

Perkembangan suatu negara dapat dilihat berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi dimana hal tersebut umumnya dijadikan sebagai tolak ukur dalam menilai keberhasilan suatu negara.

Apakah negara tersebut dapat dikatakan berkembang maju atau sebaliknya. Salah satu faktor yang tidak luput dalam mendukung perkembangan suatu negara adalah letak geografis.

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang berada pada garis khatulistiwa memiliki peranan penting dalam mendukung perkembangan negara-negara di dunia karena letak geografisnya menjadikan Indonesia sebagai jalur perdagangan internasional.

Keadaan geografis ini merupakan salah satu cara dalam mendukung perekonomian negara karena 40 persen perdagangan internasional dilakukan melalui Indonesia. Hal ini menyebabkan pentingnya perkembangan teknologi dalam bidang transportasi, baik transportasi darat, air, dan udara.

Transportasi Udara

Transportasi Udara adalah moda transportasi yang beroperasi di udara. Seperti halnya transportasi darat dan laut, transportasi udara juga mempunyai fungsi yang beragam. Tergantung dari jenis transportasi udara itu sendiri.

Sedangkan Angkutan Udara adalah setiap kegiatan dengan menggunakan pesawat udara untuk mengangkut penumpang, kargo, dan atau pos untuk satu perjalanan atau lebih dari satu bandara ke bandara yang lain atau beberapa Bandara.

Pengertian Bandara (Bandar Udara)

Definisi Bandara (Bandar Udara) atau yang pupuler disebut dengan istilah Airport merupakan sebuah fasilitas dimana pesewat terbang seperti pesewat udara dan helikopter dapat lepas landas dan mendara.

Suatu Bandar Udara (Bandara) yang paling sederhana minimal memiliki sebuah landasan pacu atau helipad (untuk pendaratan helikopter), sedangkan untuk bandara-bandara besar biasanya dilengkapi berbagai fasilitas lain, baik untuk operator layanan penerbangan maupun bagi penggunanya seperti bangunan terminal dan hanggar.

Definisi Bandara Menurut Annex 14 dari ICAO

Pengertian Bandara Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization) Bandar Udara (Bandara) adalah area tertentu di daratan atau perairan (termasuk bangunan, instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara keseluruhan atau sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat.

Definisi Bandara Menurut PT Angkasa Pura I

Definisi Bandara (Bandar Udara) menurut PT (Persero) Angkasa Pura I, Bandara adalah lapangan udara, termasuk segala bangunan dan peralatan yang merupakan kelengkapan minimal untuk menjamin tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk masyarakat.

Pada masa awal penerbangan, bandara hanyalah sebuah tanah lapang berumput yang bisa didarati pesawat dari arah mana saja tergantung arah angin.

Di masa Perang Dunia 1, bandara mulai dibangun permanen seiring meningkatnya penggunaan pesawat terbang dan landas pacu mulai terlihat seperti sekarang. Setelah perang Dudia 1, bandara mulai ditambahkan fasilitas komersial untuk melayani penumpang.

Dimasa modern, bandara bukan hanya tempat untuk naik dan turun pesawat. Dalam perkembangannya, berbagai fasilitas ditambahkan seperti tokotoko, restoran, pusat kebugaran, dan butik-butik merek ternama apalagi di bandarabandara baru.

Pengertian Bandara (Bandar Udara) Menurut Direktorat Jenderal Pehubungan Udara

Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan atau di perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan  fasilitas penunjang lainnya.

Sedangkan Kebandarudaraan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan bandar udara dan kegiatan lainnya dalam melaksanakan fungsi keselamatan, keamanan, kelancaran, dan ketertiban arus lalu lintas pesawat udara, penumpang, kargo dan/atau pos, tempat perpindahan intra dan/atau antarmoda serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

Peran Bandara (Bandar Udara)

Menurut Direktorat Jenderal Pehubungan Udara, Bandara (Bandar Udara) Memiliki Peran Sebagai Berikut:

  • Simpul dalam jaringan transportasi udara yang digambarkan sebagai titik lokasi bandar udara yang menjadi pertemuan beberapa jaringan dan rute penerbangan sesuai hierarki bandar udara;
  • Pintu gerbang kegiatan perekonomian dalam upaya pemerataanpembangunan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi sertakeselarasan pembangunan nasional dan pembangunan daerah yang digambarkan sebagai lokasi dan wilayah di sekitar bandar udara yang menjadi pintu masuk dan keluar kegiatan perekonomian;
  • Tempat kegiatan alih moda transportasi, dalam bentuk interkoneksi antar moda pada simpul transportasi guna memenuhi tuntutan peningkatan kualitas pelayanan yang terpadu dan berkesinambungan yang digambarkan sebagai tempat perpindahan moda transportasi udara ke moda transportasi lain atau sebaliknya;
  • Pendorong dan penunjang kegiatan industri, perdagangan dan/atau pariwisata dalam menggerakan dinamika pembangunan nasional, serta keterpaduan dengan sektor pembangunan lainnya, digambarkan sebagai lokasi bandar udara yang memudahkan transportasi udara pada wilayah di sekitamya;
  • Pembuka isolasi daerah, digambarkan dengan lokasi bandar udara yang dapat membuka daerah terisolir karena kondisi geografis dan/atau karena sulitnya moda transportasi lain;
  • Pengembangan daerah perbatasan, digambarkan dengan lokasi bandar udara yang memperhatikan tingkat prioritas pengembangan daerah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia di kepulauan dan/atau di daratan;
  • Penanganan bencana, digambarkan dengan lokasi bandar udara yang memperhatikan kemudahan transportasi udara untuk penanganan bencana alam pada wilayah sekitarnya;
  • Prasarana memperkokoh Wawasan Nusantara dan kedaulatan negara, digambarkan dengan titik-titik lokasi bandar udara yang dihubungkan dengan jaringan dan rute penerbangan yang mempersatukan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Fungsi Bandara (Bandar Udara)

Berdasarkan fungsinya maka Bandar Udara (Bandara) merupakan tempat penyelenggaraan kegiatan Pemerintahan dan atau Pengusahaan.

  1. Sebagai tempat penyelenggaraan pemerintahan maka bandar udara (bandara) merupakan tempat unit kerja instansi pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya terhadap masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan dalam urusan antara lain:
    • Pembinaan kegiatan penerbangan
    • Kepabeanan
    • Keimigrasian
    • Kekarantinaan
  2. Bandar Udara (Bandara) sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan pengusahaan maka bandar udara merupakan tempat usaha bagi:
    • Unit Penyelenggara Bandar Udara atau Badan Usaha Bandar Udara;
    • Badan Usaha Angkutan Udara; dan
    • Badan Hukum Indonesia atau perorangan melalui kerjasama dengan Unit Penyelenggara Bandar Udara atau Badan Usaha Bandar Udara.

Jenis Jenis Transportasi Udara

Transportasi Udara umumnya dibagi menjadi 3 (Tiga) Golongan, yakni angkutan udara, penerbangan umum, dan militer.

Kategori penerbangan swasta dan umum selain penerbangan terjadwal yang dilaksanakan penerbangan (airlines) meliputi juga penerbangan pribadi dan yang digunakan oleh industri swasta dan komersial untuk mengirimkan barang ataupun alat–alat dan hasil pruduksi.

Dalam kategori penerbangan juga termasuk kegiatan penerbangan non–transport, misalnya untuk keperluan inspeksi penerbangan, pemadam kebakaran, dan lain–lain. Adapun istilah yang berkaitan dengan operasi penerbangan adalah :

  1. Penerbangan Terjadwal
    Penerbangan secara teratur dan tetap pada jalur – jalur tertentu untuk mengangkut penumpang, barang, dan pos.
  2. Penerbangan Tidak Terjadwal
    Penerbangan sewaktu-waktu pada jalur – jalur yang diperlukan untuk pengangkutan penumpang, barang, dan pos termasuk penerbangan carteran.

Sejarah Bandara

Sejarah PT Angkasa Pura I (Persero) atau dikenal juga dengan Angkasa Pura Airports, Sebagai pelopor pengusahaan kebandarudaraan secara komersial di Indonesia bermula sejak tahun 1962. Ketika itu Presiden RI Soekarno baru kembali dari Amerika Serikat. Beliau menegaskan keinginannya kepada Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum agar lapangan terbang di Indonesia dapat setara dengan lapangan terbang di negara maju.

Tanggal 15 November 1962 terbit Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 1962 tentang Pendirian Perusahaan Negara (PN) Angkasa Pura Kemayoran. Tugas pokoknya adalah untuk mengelola dan mengusahakan Pelabuhan Udara Kemayoran di Jakarta yang saat itu merupakan satu-satunya bandar udara internasional yang melayani penerbangan dari dan ke luar negeri selain penerbangan domestik.

Setelah melalui masa transisi selama dua tahun, terhitung sejak 20 Februari 1964 PN Angkasa Pura Kemayoran resmi mengambil alih secara penuh aset dan operasional Pelabuhan Udara Kemayoran Jakarta dari Pemerintah RI. Tanggal 20 Februari 1964 itulah yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi perusahaan.

Pada tanggal 17 Mei 1965, berdasarkan PP Nomor 21 tahun 1965 tentang Perubahan dan Tambahan PP Nomor 33 Tahun 1962, PN Angkasa Pura Kemayoran berubah nama menjadi  PN Angkasa Pura, dengan maksud untuk lebih membuka kemungkinan mengelola bandar udara lain di wilayah Indonesia.

Secara bertahap, Pelabuhan Udara Ngurah Rai (Denpasar), Pelabuhan Udara Halim Perdanakusumah (Jakarta), Pelabuhan Udara Polonia (Medan), Pelabuhan Udara Juanda (Surabaya), Pelabuhan Udara Sepinggan (Balikpapan), dan Pelabuhan Udara Hasanuddin (Ujungpandang) kemudian berada dalam pengelolaan PN Angkasa Pura. Selanjutnya, berdasarkan PP Nomor 37 tahun 1974, status badan hukum perusahaan diubah menjadi Perusahaan Umum (Perum).

Dalam rangka pembagian wilayah pengelolaan bandar udara, berdasarkan PP Nomor 25 Tahun 1986 tanggal 19 Mei 1986, nama Perum Angkasa Pura diubah menjadi Perusahaan Umum Angkasa Pura I. Hal ini sejalan dengan dibentuknya Perum Angkasa Pura II yang sebelumnya bernama Perum Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng, secara khusus bertugas untuk mengelola Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Kemudian, berdasarkan PP Nomor 5 Tahun 1992, bentuk Perum diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh Negara Republik Indonesia sehingga namanya menjadi PT Angkasa Pura I (Persero). Saat ini, Angkasa Pura Airports mengelola 13 (tiga belas) bandara di kawasan tengah dan timur Indonesia, yaitu:

1. Bandara I Gusti Ngurah Rai – Denpasar
2. Bandara Juanda – Surabaya
3. Bandara Sultan Hasanuddin – Makassar
4. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan – Balikpapan
5. Bandara Frans Kaisiepo – Biak
6. Bandara Sam Ratulangi – Manado
7. Bandara Syamsudin Noor – Banjarmasin
8. Bandara Ahmad Yani – Semarang
9. Bandara Adisutjipto – Yogyakarta
10. Bandara Adi Soemarmo – Surakarta
11. Bandara Internasional Lombok – Lombok Tengah
12. Bandara Pattimura – Ambon
13. Bandara El Tari – Kupang

Selain itu, Angkasa Pura Airports saat ini memiliki 5 (lima) anak perusahaan, yaitu PT Angkasa Pura Logistik, PT Angkasa Pura Properti, PT Angkasa Pura Suport, PT Angkasa Pura Hotel, dan PT Angkasa Pura Retail.

Nah itulah informasi lengkap tentang Pengertian Bandara Menurut Sejarah, Fungsi, Jenis & Klasifikasinya. Semoga Bermanfaat & Terimakasih..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *